Pulau Komodo, salah satu pulau yang terkenal di dunia karena hewan langka sang kanibal pra sejarah yang masih ada hingga sekarang. Komodo termasuk makhluk tertua di dunia. Diduga lebih dari 15 juta tahun silam mereka datang ke Australia dan Indonesia. Tahun 1912 hewan purba ini ditemukan oleh seorang letnan Belanda. Ia mengira komodo ini bisa mencapai panjang 6 meter, namun selama ini komodo terpanjang yang ditemukan panjangnya 3,13 m dengan berat 166 kg.
Tak ada yang tahu batas usia tertua komodo. Tidak jelas pula mengapa jumlah jantan tiga kali lebih banyak daripada betina, atau mengapa mereka hanya ditemukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca (tetangga Pulau Komodo) Hanya sedikit ahli yang cukup lama mengikuti perkembangan komodo, akibatnya komodo masih akan menjadi teka-teki alam untuk waktu yang cukup lama.
Betina komodo bisa bertelur sampai 25 butir dalam sarang jauh di dalam tanah. Sekitar delapan bulan kemudian, setelah musim hujan, telur itu menetas mengeluarkan bayi sepanjang 30 cm dengan berat 80 gram. Sampai umur dua tahun anak komodo tinggal di dalam pohon agar tak dimangsa rekan sejenis yang lebih tua.
Ternyata tidak mudah menemukan komodo, beberapa kali dijumpai gundukan putih di jalan dengan tulang mencuat dan bulu hitam panjang. Itu kotoran komodo yang mengandung sisa babi hutan yang tidak tercerna. Si komodo sendiri tidak tampak di wilayahnya.
Tiba-tiba dari hutan terdengan bunyi keras gemerisik dari semak belukar. Langkah berat teratur mendekat. Seekor komodo muncul di antara bunga anggrek. Satu lagi menyusul dibelakangnya. Mereka bergegas melintas semak-semak mencari mangsa. Sekitar 200 meter di tempat terbuka, seekor komodo jantan dewasa sepanjang 3 meter dengan bobot 60 Kg menghadapi babi hutan hasil buruannya. Komodo itu meraih lalu menancapkan gigi ke leher mangsanya. Dengan moncong terbuka ia memakan kepala dan memasukkannya ke dalam kerongkongan. Setelah kepala, menyusul tubuh dan akhirnya seluruh bagian tubuh dan akhirnya seluruh bagian babi termasuk kulit, bulu, kaki dan ekor. Semua ludes habis dalam waktu 60 detik.
Bau darah segar mengundang makin banyak komodo. Rupanya tak jauh dari situ ada seekor komodo lain menangkap babi yang lebih besar. Si komodo besar ini dinamai petugas si Awas. Awas menghadapi mangsa dengan gigih sambil memandang dengan teliti satu per satu temannya yang datang. Semua berlangsung cepat. Saat awas merobek perut mangsanya, ternyata ada komodo lain yang punya nyali mencoba merebut santapannya. Perkelahian berdarah di antara empat komodo raksasa tak terhindarkan. Terjadi tarik-menarik, saling cakar berebut mangsa diselingi suara geraman. Babi diputar-putar di langit, yang tumpah dan terburai segera mengisi ronggo mulut mereka. Semua diselesaikan dalam suasana hiruk pikuk. Bau busuk mengerikan menusuk pernapasan seiring turunnya gelap malam menyelimuti Pulau Komodo.
Komodo membutuhkan sekitar 50 Kg daging dalam seminggunya. Selama ini mereka tidak kekurangan mangsa di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Namun kondisi itu berubah saat sebagian masyarakat di pulau tetangga Sumbawa mencari penghasilan baru, ditemukanlah perdagangan babi dari Pulau Komodo. Sejak itu secara teratur di malam hari ada sekelompok orang masuk ke taman nasional Komodo. Dalam seminggu tak kurang dari 50 ekor rusa dan kerbau terbunuh. Di pasar di Sumbawa mereka mendapat hasil sampai Rp. 90.000,- daging per Kg.
Penjagaan di Taman Nasional Komodo ditingkatkan menjadi sekitar 106 petugas yang di didik secara militer. Namun pemburu gelap memiliki perlengkapan yang lebih baik, dengan bahan peledak dan pistol otomatis. Tembak menembak sering terjadi bahkan sampai menimbulkan korban dari kedua belah pihak.
Kini masih ada sekitar 1.600 ekor komodo di Pulau Komodo, 1.500 ekor di Pulau Rinca dan sekitar 200 ekor di kebun binatang manca negara. Kalau kerbau dan rusa habis, komodo juga akan punah. Antar sesama mereka akan saling terkam, saling mangsa. Atau kemungkinan bagi anggota mereka yang tak berdaya, hanya bisa berbaring di rumput menanti ajal tiba.
Seperti halnya yang biasa dilakukan komodo betina berusia 40-an tahun. Di pinggiran sungai bermandikan matahari sore ia tidur tiduran, diam menunggu. Kerbau lewat, kuda liar datang, atau rusa datang, namun ia diam saja. Hilangkah naluri berburunya?. Tubuhnya yang menampilkan tonjolan iga tergeletak lunglai. Berapa lama ia akan menunggu? Yang pasti entah sehari atau seminggu maut pasti akan menjemput, saat komodo yang lebih muda dan lebih kuat melahapnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







No comments:
Post a Comment